Wednesday, February 27, 2013

Lewat bintang

Sudut kaku.
Cuma aku sama kamu,
Beralas lengan bersilakan tanah tegang--

Wednesday, February 20, 2013

Ruyup

Hari itu,
Mak berjemaah sama aku,
Cuman hari itu aku rasa salat aku jenjang.
Sebutir sepatah aku amatkan.
Kalam tuhan.
Ber-adukkan alunan suara rahmat mak.

Ruyup.
Mujur cuman 3 rakaat.

Salam kedua.
Menggeligis tangan ku-sua untuk mencium tangan mak.

Sejurus itu,
Mak kata,nanti.

Duduk rapat-rapat.
Minta dulu apa kita mau sama tuhan
Du'a salat paling mujarab antara-nya.



Thursday, February 14, 2013

Sisi

Detik aku menyusun-nyusun kata untuk puisi yang satu ini,
Ketahuilah bahwa aku sedang bertingkah dengan sisi lain,
Sisi lain si pendosa,
Ya.
Aku ini bukan si adiluhung,
Aku juga manusia alpa,
Pejalan hidup biasa seperti yang lain,
Bernista,mengadu domba segala.
Tapi dalam legar tinta,
Aku hambur segala,
Maka itu,
Tergelar-lah ini sebagai sisi lain si pendosa.
Pendosa suka.
Di sini aku perintih,
Di sini aku pengemis rahmat,
Di sini aku perayu belas,
Di sini aku pencungap ampun.

Tuhan, kau dengar aku kan?