Sitara Andika
Monday, October 28, 2013
selamat tinggal, sesal
karena-mu
aku melupakan banyak tapi semua sedih-sedihku perlahan pergi,
mulutku tak lagi mengucap caci,
hatiku tak lagi mengenal benci--
aku lupa rasanya menangis di malam hari,
aku lupa rasanya membuat puisi patah hati,
aku lupa rasanya menjadi sendiri--
Wednesday, October 23, 2013
kembali
Pendosa suka ini initial-nya pemain ragam dunia,
Mengadu domba,
Berdolak sesama dia,
Tuhan-nya juga dipersetan dia--
Walhasil,
Dia terbungkam terus--
Jika kira-nya tuhan itu manusia,
Maka tertawa-lah dia dalam nada pencekau semesta
'adakah karma sedang mengganggu kamu sehingga dengan airmata kau mencari aku, wahai pendosa?'
Ketahuilah oleh-mu wahai tuhan
Aku juga mau sorga--
absurd
Friday, August 16, 2013
lena siang
Aku tertidur untuk menunggumu terbangun.
Aku terbangun dalam ruang tunggu,
memimpikan rindu yang kita bangun--
Newer Posts
Older Posts
Home