Friday, August 16, 2013

lena siang

Aku tertidur untuk menunggumu terbangun. 

Aku terbangun dalam ruang tunggu, 
memimpikan rindu yang kita bangun--

kita

Engkau adalah kutub dan aku khatulistiwa. 

Kita tidak akan pernah bertemu kecuali engkau meluruh, 
mengalir kepadaku.

perahu kecil

kaulah angin laut di dermaga paling jauh. dan aku hanya perahu kecil yang rindu, terbawa embusmu.

rindu, 
katamu,
seperti perasaan tiang-tiang dermaga tua yang menanti perahu-perahu kecil bersandar lagi--