Saturday, February 9, 2013

Langkas



Aku tak tau cara lancar untuk tulis ringkas-ringkas,
Aku bukan manusia pe-lekas,
Permisif.
Apa utilitas bilamana suatu seni itu rasa-nya tak luang,
Reguk yang tercecahkan.
Reguk waktu yang terlemparkan.
Segenap penyambung kata yang berjela punya arti yang menggagah,
Bukan cuma pe-ritma kata yang menyama,
Tapi reguk spirit yang cuba dihidup-kan dalam sesebuah kreasi tuli.
Maka sekarang ini,
Cuba kau peduli-kan apa yang mau aku kata,
Kita-kita ini manusia lengah,
Kita-kita ini ulung-nya cuma me-mula konfrontasi berpunca tiada,
Kita-kita ini paling larat saat-nya bila menuding manusia yang ber-nasibkan kandas.

Tuesday, February 5, 2013

Musabab

Aku menulis saban hari.Semua yang datang dari lubuk hati.Tentang rasanya semua.Kerna masa aku menyikit.Bahkan semua orang sekalipun.Mati itu menghampiri.Kalaupun aku rebah esok,meski tak sepenuh hayat aku sisip-kan dalam wicara ini; secebis juga sudah memadai daripada yang lompong.Mana tau nanti mak atau bapak terjumpakan ruangan ini.Boleh nanti dibuat pelepas rindu mereka untuk aku.Mana tau mereka-mereka yang mengasihi aku, mau ingatan kembali tentangnya aku.Boleh juga mereka terngiang-ngiangkan segala kenangan enak kembali.Cuman itu tujuan aku menghidupkan diari visual ini.Cuman itu.Aku mau diingati.

Tak cukup untuk aku menyisip kenangan atau perjalanan yang aku alami dalam hidup.Segala wicara terus yang aku tari-kan ini juga untuk ingatan-nya aku.Ingatan agar aku terus terpandu.Ingatan agar aku terus tau yang aku bukan hidup bersenangan selalu.

Sunday, February 3, 2013

Rekayasa

Berfikir-fikir dulu sebelum merasam.
Waima tiada asas hujung akar-nya,
Pitaka sama veda bukan pungutan kita,
Dasarkan kita punya yang utama,
Biar terlihat seolah terkakas-kakas menimba agama,
Jangan ternampak bak si anjing meng-ulung si baruna,rama atau yang lain-nya,
Biar mereka taruh kita ini menyikit se-demi hari,
Biar.
Kita ini ada harga,
Kita ini ada harga.