"Aku mau ikut kau Andika"
"Ah duduk diam-diam situ,Sitara"
"Aku mau cari hidup dulu,sepulang-nya aku nanti baru kita boleh bersatu ke mana kita mau"
"Janji sama aku ya Andika,janji yang kau akan pulang ke gagangmu; kembali tercarikan aku yang menunggumu"
"Jika tuhan izinkan,Tara.Aku tidak tau apa yang Dia tuliskan.Adapun jika jodoh kita utuh,terpelosok di balik timbunan hiruk dunia pasti juga aku bersama kau"
"Blah la kau,sembang bikin bimbang je"
Monday, January 28, 2013
Saturday, January 26, 2013
Tuesday, January 22, 2013
Rusak
Dia kata tulisan aku lemau,
Tulisan aku paling tidak cuma cakap-cakap perihal cerita hati yang basi.
Pertama-tamanya,
Bila ada peluang kau menuding jari merendahkan sesama,
Lihat arah empat tudingan kau yang lain-nya itu,
Gah menuding ke arah kau yang maha sempurna,
Arti lahiriah-nya; kau lagi durjana.
Riuh sepelosok kau berdomba,
Sakan seperinci kau bersilang kata,
Siapa pun timid melainkan kau,
Kau yang cuman tau berbahasa syaitan.
Ini luah lontar rasa sepi aku,
Malah semua bait kata aku sisipkan untuk diri aku cuma,
Bukan khusus-nya untuk kau atau kau,
Kau bukan mem-perelok malah mendurjana nukilan aku.
Aku sudah lali,
Aku sudah tak tahu rasanya lelah bila manusia bersimpang hasad memperkotak monolog aku ini,
Bukan aku hidup untuk mengagungkan waima kau harus dijunjungkan,
Kau bukan siapa-siapa,
Kau cuma perwakilan si syaitan.
Tulisan aku paling tidak cuma cakap-cakap perihal cerita hati yang basi.
Pertama-tamanya,
Bila ada peluang kau menuding jari merendahkan sesama,
Lihat arah empat tudingan kau yang lain-nya itu,
Gah menuding ke arah kau yang maha sempurna,
Arti lahiriah-nya; kau lagi durjana.
Riuh sepelosok kau berdomba,
Sakan seperinci kau bersilang kata,
Siapa pun timid melainkan kau,
Kau yang cuman tau berbahasa syaitan.
Ini luah lontar rasa sepi aku,
Malah semua bait kata aku sisipkan untuk diri aku cuma,
Bukan khusus-nya untuk kau atau kau,
Kau bukan mem-perelok malah mendurjana nukilan aku.
Aku sudah lali,
Aku sudah tak tahu rasanya lelah bila manusia bersimpang hasad memperkotak monolog aku ini,
Bukan aku hidup untuk mengagungkan waima kau harus dijunjungkan,
Kau bukan siapa-siapa,
Kau cuma perwakilan si syaitan.